Kamis, 19 Maret 2009

MATAHARI

Matahari….
Sinarmu mampu menghangatkan kehidupan
Cahayamu mampu menerangi kegelapan
Panasmu mampu mengeringkan kerongkongan

Matahari….
Kau adalah sumber energi alam semesta
Kau adalah pusat dari tata surya
Kau adalah inti dari jagad raya

Matahari….
Tak ada yang mampu menjangkaumu
Tak ada yang berniat mendatangimu
Tak ada yang berani mendekatimu


KEHIDUPAN

Kehidupan adalah sebuah misteri
Yang sama sekali tak dapat kita logika
Kehidupan adalah sebuah teka-teki
Yang sama sekali tak dapat kita kira

Kehidupan….
Bagaikan bumi yang selalu berotasi tanpa henti
Melahirkan beberapa ilmuwan
Menciptakan beribu-ribu kecanggihan  

Kehidupan….
Bagaikan bumi yang selalu berevolusi tanpa batas
Menghasilkan berbagai theorema
Menciptakan berjuta-juta karya.


BENCI

Tatkala benci timbul dalam hati, “Apa yang terjadi??”
Ketidaksukaan dan kesinisan terpancar dalam diri
Tatkala benci timbul dalam pikiran, “Apa yang terjadi??”
Kebisuan dan ketulian terlukis dalam diri

Benci…benci…benci…
Tak pernah mengenal usia
Tak pernah mengenal waktu
Tak pernah mengenal tempat

Benci, membuat orang saling bermusuhan 
Benci, membuat orang saling menyalahkan
Benci, membuat orang saling bersengketa 
Benci, membuat orang saling menghina

Benci…benci…benci…
Rela mengorbankan persaudaraan
Rela mengorbankan persahabatan
Rela mengorbankan persatuan


CINTA

Tatkala cinta menghampiri, “Apa yang terjadi??”
Keceriaan dan kebahagiaan terpancar dalam diri
Tatkala cinta menjauh, “Apa yang terjadi??”
Kemurungan dan kesedihan terlukis dalam diri

Cinta…cinta…cinta…
Tak pernah mengenal kata
Tak pernah mengenal harta
Tak pernah mengenal kasta

Cinta, membuat orang tergila-gila
Cinta, membuat orang menghalalkan segala cara
Cinta, membuat orang dimabuk asmara
Cinta, membuat orang berani berbuat dosa

Cinta…cinta…cinta…
Rela mengorbankan kesucian
Rela mengorbankan masa depan
Rela mengorbankan impian


WAHAI...KAWANKU

Taukah kau bahwa cinta yang berlebihan dapat membutakan hati dan akal.
Tahukah kau bahwa benci yang berlebihan juga dapat membutakan hati dan akal.
Untuk itu, cintailah seseorang yang kita cintai dengan sewajarnya dan bencilah seseorang yang kita benci pun dengan sewajarnya. Karena cinta dapat menimbulkan kebencian dan benci dapat menimbulkan kecintaan.
Wahai….kawanku yang pernah jatuh cinta. 
Janganlah kau mau dihancurkan oleh rasa cinta lawan jenis meskipun sesaat.
Janganlah kau mau dibodohi oleh rasa cinta lawan jenis meskipun sekejap.
Janganlah kau mau diperdaya oleh rasa cinta lawan jenis meskipun menggiurkan.
Wahai….kawanku yang pernah hancur karena cinta.
Janganlah kau teruskan kehancuran karena cinta lawan jenis.
Janganlah kau biarkan kehancuran terus terjadi karena cinta lawan jenis.
Janganlah kau terjebak dalam kehancuran karena lawan jenis.
Wahai…kawanku yang pernah diperdaya oleh cinta
Cinta lawan jenis dapat membuat kau malu dihadapan-Nya.
Cinta lawan jenis dapat membuat kau berdosa dihadapan-Nya.
Cinta lawan jenis dapat membuat kau menjauhi perintah-Nya.
Wahai ….kawanku yang belum pernah merasakan nikmat dunia yang sesaat tapi menyengsarakan selamanya.
Carilah cinta lawan jenis yang syah dihadapan-Nya.
Carilah cinta lawan jenis yang diridhoi-Nya.
Carilah cinta lawan jenis yang selalu membimbing kau untuk tetap istiqomah berada dijalan-Nya.
Wahai….kawanku yang belum menemukan cinta lawan jenis yang halal.
Janganlah kau merasa sedih melihat sekelilingmu dimabuk asmara.
Janganlah kau merasa iri melihat teman dekatmu bercinta.
Semua itu, hanyalah kebahagiaan sesaat yang kelak akan musnah.
Wahai…kawanku yang selalu menutup aurat
Carilah kebahagiaan cinta lawan jenis dalam sebuah pernikahan.
Carilah kemesraan cinta lawan jenis dalam keridhoan-Nya.
Carilah kehangatan cinta lawan jenis dalam lindungan-Nya


PENYESALAN DI AKHIR PERISTIWA

     Penyesalan datang diakhir kisah atau peristiwa. Mengapa demikian???karena tanpa diawali dengan kisah atau peristiwa, kita tidak akan mengetahui hasil yang kita dapat. Dari hasil tersebut, terkadang akan menimbulkan penyesalan atau tidak, semua itu tergantung dari hasil yang kita dapat sesuai atau tidak dengan apa yang kita harapkan.
     Kita akan mengalami penyesalan manakala kita mendapatkan hasil yang tidak sesuai dengan harapan kita. Hal ini dapat kita buktikan pada diri kita sendiri pada saat kita menemukan suatu kisah atau peristiwa yang memaksa kita untuk memutuskan sesuatu secara cepat tapi tetap. Namun semua itu terkadang berbeda dengan apa yang kita harapkan. Kita berharap untuk memutuskan sesuatu dengan kepala dingin atau tanpa emosi, bahkan kita mengharapkan untuk berpikir panjang dalam mengambil keputusan. Akan tetapi semua itu jarang terjadi. Mengapa demikian???karena manusia memiliki emosi yang begitu besar dan sering berpikir pendek dalam setiap mengambil keputusan apalagi remaja yang masih memiliki emosi yang labil.
     Penyesalan tidak akan muncul manakala semua yang akan kita lakukan, dipikirkan terlebih dahulu agar tidak terburu-buru dalam bertindak. Berpikir disini bukan bermaksud untuk mengulur-ulur waktu dalam menyelesaikan masalah, melainkan untuk mematangkan kembali apa yang akan kita putuskan dalam menyelesaikan masalah dengan mempertimbangkan manfaat dan mudhorotnya. So, dalam mengambil keputusan bukan berarti menghabiskan waktu berhari-hari, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Cukup dengan waktu disaat kita menemukan masalah, kita dapat menyelesaikan masalah tersebut saat itu juga asalkan kita tidak mengedepankan emosi tetapi lebih mengedepankan kepala dingin untuk berpikir. 
      Dengan begitu, Insyaallah kita akan mampu menyelesaikan setiap masalah yang kita hadapi dan mampu mengambil keputusan sesuai dengan harapan kita saat itu juga. Akhirnya, kita dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat, kita tidak akan menyesal dikemudian hari, dan kita dapat bertindak sesuai dengan yang kita putuskan setelah mempertimbangkan manfaat dan mudhorotnya. 
    Berpikirlah terlebih dahulu sebelum bertindak karena tanpa berpikir, tindakan yang kita lakukan tidak akan bermanfaat dan berguna. Mengapa demikian??? Karena setiap tindakan yang kita lakukan tanpa dipikirkan terlebih dahulu akan kacau dan akan menghasilkan hasil yang tiada berguna dan bermanfaat. Dan akhirnya, kita akan menyesal dengan apa yang kita dapatkan karena hasilnya tidak sesuai dengan harapan kita





Selasa, 24 Februari 2009

NIKMAT ADALAH UJIAN

Kenapa hanya karena kedudukan dan jabatan, semua orang mampu berbuat tidak adil??? 
Kenapa hanya karena harta kekayaan, semua orang mampu berbuat sewenang-wenang???
Kenapa hanya karena hubungan darah, semua orang mampu membeda-bedakan???
Kenapa hanya karena status social, semua orang mampu meremehkan dan merendahkan???

Tahukah anda bahwa kedudukan, jabatan, status sosial dan harta kekayaan hanyalah kesenangan sesaat yang tidak akan kekal abadi dan kelak akan berubah sesuai dengan ketetapan-Nya. Hal tersebut bagaikan sebuah roda kehidupan yang terus berputar. Mungkin saat ini anda sedang berada pada posisi jauh di atas yaitu kesenangan dan kekayaan yang berlebih. Namun ada masanya kesenangan dan kekayaan tersebut berubah menjadi kesedihan dan kemiskinan. Semua itu merupakan suatu ketetapan yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT kepada manusia. Karena dengan cara itulah Allah SWT akan mengetahui mana hamba yang benar-benar beriman dan bertakwa pada-Nya atau yang lalai dan kufur terhadap karunia-Nya.

Tahukah anda bahwa kedudukan, jabatan, status social, dan harta kekayaan merupakan sebuah ujian yang Allah SWT ujikan kepada hamba-hambaNya sebagai suatu metode untuk mengetahui seberapa besar kadar ketakwaan dan ketaatan hamba-hambaNya terhadap perintah-perintah yang Allah SWT perintahkan. Hal tersebut bagaikan seorang siswa yang sedang menghadapi soal-soal ujian. Jika siswa tersebut mampu mengerjakan soal-soal tersebut dengan baik dan benar, siswa tersebut pasti akan mendapatkan hasil yang baik juga sesuai dengan yang dilakukannya dan sebaliknya jika siswa tersebut tidak mampu mengerjakan soal-soal tersebut dengan baik dan benar maka hasil yang didapatnya pun tidak sesuai dengan yang dilakukannya. Sama seperti anda, Allah SWT akan memberikan ujian kepada anda melalui kesenangan dunia yang melimpah. Jika anda bisa melewati ujian tersebut dengan baik maka anda akan terhindar dari berbuat ketidakadilan, kesewenang-wenangan, membeda-bedakan, meremehkan dan merendahkan. Selain itu, anda pun akan terhindar dari sikap sombong dan angkuh. Semua itu merupakan hasil dari rasa syukur yang anda aplikasikan dalam kehidupan terhadap nikmat dan karunia yang Allah SWT limpahkan kepada kita. Tahukah anda bahwa orang yang selalu bersyukur atas nikmat dan karunia-Nya akan dilimpahkan lebih banyak lagi nikmat dan karunia-Nya kepada anda. Untuk itu, marilah kita selalu bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat dan karunia-Nya agar kita terhindar dari perbuatan dan sikap tersebut. 
   
Dengan begitu, diharapkan manusia tidak terlalu silau dengan semua kesenangan yang Allah SWT karuniakan kepada kita Apalagi sampai membuat kita buta terhadap orang-orang yang berada di sekeliling kita dan membuat kita terlena hingga melupakan dan meninggalkan perintahNya. Selain itu, janganlah kita terlalu sombong dan angkuh dengan limpahan nikmat yang kita telah terima karena semua itu tidak akan selamanya kita terima. Maka bersyukurlah dengan semua nikmat yang anda dapat dengan tidak menampakkan kesombongan, kesewenang-wenangan, ketidakadilan dan membeda-bedakan terhadap siapapun, tetapi seharusnya kita menampakkan kelembutan, kasih sayang, keramahtamahan dan tidak membeda-bedakan diantara manusia. Karena yang membedakan kita dihadapan-Nya bukanlah kedudukan, jabatan, harta kekayaan dan status social melainkan ketakwaan dan keimanan kita.  



HATI BERKARAT VS HATI KEMILAU

Berkarat??? Tahukah anda dengan kata “karat” atau kalau anda pernah belajar ilmu fisika atau kimia pasti anda akan menemukan atau mendengar kata “korosi”??? nah!! Kata karat dan korosi tersebut merupakan dua kata yang berbeda tetapi mempunyai maksud yang sama. Mungkin anda pernah melihat logam sejenis besi, baja atau apapun yang berkarat. Efek dari logam yang berkarat dalam waktu yang terlampau lama akan menyebabkan logam tersebut menjadi lapuk yang lama-kelamaan akan menjadi serbuk logam. Sekarang coba anda flashback kembali peristiwa tersebut, awalnya logam tersebut masih mempunyai bentuk tetapi karena terjadi korosi lama-kelamaan logam tersebut berubah bentuknya menjadi serpihan-serpihan. Sama halnya dengan hati kita.

Tahukah anda hal-hal apa yang mampu membuat hati kita berkarat??? Kalau kita melihat logam yang berkarat tentunya hal-hal yang membuat logam tersebut berkarat adalah udara dan air, sedangkan hal-hal yang membuat hati kita berkarat bukanlah air dan udara melainkan kelalaian dan dosa. Mengapa kelalaian dan dosa membuat hati kita berkarat??? Karena kelalaian dan dosa dapat mengurangi dan melemahkan keimanan dan ketakwaan seseorang. Selain itu, kelalaian dan dosa yang terus-menerus dilakukan dapat melenakan kita untuk selalu mengingat Allah SWT dan melaksanakan perintah-perintahNya sehingga dapat membuat hati kita berkarat akibat terlalu seringnya kita berbuat lalai dan dosa.

Kemilau??? Tahukah anda dengan kata “kemilau”??? kemilau merupakan suatu cahaya yang begitu menyilaukan. Anda pernah melihat berlian atau permata??? Nah!!! Biasanya kata kemilau itu seperangkat dengan kata berlian atau permata. Kalau anda belum pernah melihat berlian atau permata. Gimana kalau anda saya ajak untuk mengingat sesuatu. Pernahkah anda melihat salah satu iklan tentang shampoo??? nah!!!disanalah anda akan menemukan kata “kemilau”. Sungguh kemilau merupakan suatu peristiwa yang disukai banyak oaring karena dengan kemilau membuat apa saja yang ada disekitarnya menjadi indah meskipun bentuknya tidak indah. Sama halnya dengan hati kita.

Tahukah anda hal-hal apa yang mampu membuat hati kita kemilau??? Kalau kita melihat berlian atau permata atau barang-barang yeng berbahan kaca kemilau tentunya hal-hal yang membuat permata, berlian atau barang-barang berbahan kaca kemilau adalah seringnya barang-barang tersebut dirawat,dipelihara dan dibersihkan dengan menggosok-gosokkan ke kain atau apapun yang dapat membersihkannya sehingga membuat barang-barang tersebut menjadi kemilau, sedangkan hal-hal yang membuat hati kita kemilau adalah seringnya hati kita dirawat, dipelihara dan dibersihkan dengan kalimat istighfar dan dzikir. Mengapa kalimat istighfar dan dzikir membuat hati kita kemilau??? Karena kalimat istighfar dan dzikir dapat menambah dan menguatkan keimanan dan ketakwaan seseorang. Selain itu, kalimat istighfar dan dzikir yang terus-menerus dilafadzkan dan dilakukan dapat beristiqomah untuk selalu mengingat Allah SWT dan melaksanakan perintah-perintahNya sehingga dapat membuat hati kita selalu kemilau dan lama-kelamaan menjadi lebih kemilau jika kita selalu merawat, memelihara dan membersihkannya dengan kalimat istighfar dan dzikir.

Tahukah anda manfaat yang akan anda dapatkan jika hati anda selalu kemilau??? Manfaatnya adalah anda akan terhindar dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT, sabar dan tabah dalam menghadapi kehidupan, dapat mengurangi emosi dalam menghadapi siapapun yang berbuat khilaf terhadap kita sehingga kita dengan mudah memberikan maaf kepada siapapun yang meminta maaf terhadap kita, dan lain sebagainya. Pokoknya banyak banget deh manfaat yang dapat kita peroleh dari kemilaunya hati.

Sekarang tinggal anda yang memilih, mau membuat hati anda berkarat atau membuat hati anda kemilau????semua jawabannya ada pada hati dan diri anda masing-masing karena setiap orang memiliki jawaban yang berbeda-beda. Semoga dapat bermanfaat dan secepatnya anda dapat mengambil pilihan sehingga anda tidak terlambat untuk membuat hati anda berkarat atau kemilau.  



AL-QUR'AN ADALAH PENGHARUM ABADI

Pernahkah anda mendengar atau membaca sebuah kisah tentang kuburan Abdullah bin ghalib yang berbau wangi???jika diantara anda sudah ada yang pernah mendengar atau membaca maka disini saya hanya ingin mengingatkan kembali tentang kisah tersebut. Seandainya diantara anda masih ada yang belum pernah sama sekali mendengar atau membaca kisah ini maka disini saya akan menuliskan kembali kisah tersebut sebagai suatu pengetahuan yang bisa dipetik hikmah dan pesannya untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai seorang yang beriman dan bertakwa.

Mungkin diantara anda ada yang pernah mengenal nama “Abdullah bin Ghalib” atau diantara anda masih merasa asing mendengar nama tersebut. Tahukah anda bahwa Abdullah bin Ghalib adalah salah satu dari hamba Allah SWT yang diberi anugerah, yaitu banyak membaca Al-Qur’an dan berpuasa. Dengan banyak membaca Al-Qur’an dan berpuasa, ternyata ketika beliau meninggal dunia pada tahun 152 H dan dikuburkan, menyeruaklah dari kuburannya harum minyak wangi kesturi.

Suatu hari salah satu sahabat beliau bermimpi bertemu dengan beliau dan bertanya, “Wahai Abdullah, apa yang engkau lakukan?”

“Aku melakukan yang terbaik, “ jawab beliau.

“Kemana engkau pergi?” Tanya sahabat beliau.

“Ke surga,” jawab beliau.

“Dengan apa engkau bisa masuk surga?” Tanya sahabat beliau lagi.

“Dengan keyakinan yang amat baik, terus-menerus bertahajud, banyak berpuasa sunnah, dan menjauhi apa yang diharamkan,” jawab beliau.

“Harum wangi apa yang terdapat dalam kuburanmu?” Tanya sahabat beliau.

“Itu adalah wanginya bacaan Al-Qur’an dan banyaknya puasa sunnah,” jawab beliau.

“Wasiatkanlah kami, wahai Abdullah,”

“Berbuatlah yang terbaik buat dirimu. Janganlah berlalu siang dan malam dengan sia-sia,” pesan beliau.

Dari kisah tersebut, dapat kita ambil sebuah pelajaran yang sangat berharga untuk kehidupan kita dunia-akhirat terutama untuk kehidupan akhirat kelak. 
1. Kunci utama untuk membuka pintu surga sehingga kita bisa masuk kedalamnya adalah dengan kita memiliki keyakinan yang amat baik, sholat tahajud secara terus-menerus, melakukan banyak berpuasa sunnah dan selalu menjauhi apa yang diharamkan oleh Allah SWT. Semua itu merupakan kunci untuk masuk kedalam surga-Nya.
2. Jika kita ingin tempat tinggal kita yang abadi (kuburan) selalu berbau wangi maka banyak-banyaklah membaca Al-Qur’an kapanpun dan dimanapun. Selain itu, banyaklah berpuasa sunnah.
Untuk itu, selagi kita masih diberi kesempatan untuk berbuat yang terbaik dalam kehidupan kita. Maka berbuatlah yang terbaik untuk dirimu sendiri, janganlah berlalu siang dan malam dengan sia-sia agar selamat di dunia dan akhirat sehingga kita dapat memasuki surga yang telah Allah SWT janjikan bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa.

Disadur dari buku “KEAJAIBAN PENGOBATAN DENGAN AL-QUR’AN”.
Pengarang : Ilham Muhammad Adha.



SUSTER APUNG

     Matahari beranjak keperaduan di ufuk barat ketika Hj. Andi Rabiah mulai berlayar dengan sampan kayu bermotor temple mengarungi laut flores. Perempuan berkerudung yang dijuluki “Suster Apung” itu ditemani empat pria, stafnya, bertolak dari pelabuhan paotere, makassar. Ia berlayar sejauh 295 km, menuju kepulauan liukang tangaya, sulawesi selatan.
     Pelayaran suster apung dengan kapal kayu bermotor kali ini makan waktu sehari semalam untuk sampai tempat tujuan. Ia mengarungi lautan sepanjang malam. Menjelang pagi, gelombang laut setinggi dua meter mengombang-ambingkan kapal kayu Hj. Andi Rabiah yang bertuliskan “SUSTER APUNG”. Terkadang kapal itu miring hingga 60 derajat.
     Para penumpang kapal berpegangan menjaga keseimbangan. Meski begitu, sang suster apung dengan sigap berjalan di atas kapal sembari membawa ceret teh panas. Ia menuju kerumunan penumpang yang sedang memecah lelah dan jengah di depan kapal. Pengabdian Hj. Andi Rabiah sebagai paramedic yang tak kenal lelah melayani warga kepulauan liukang tangaya itu diabadikan dalam sebuah film documenter berjudul suster.
      November lalu, LSM modernisator yang dimotori Dino Patti Djalal menganugerahi Hj. Rabiah gelar “pahlawan masa kini”. Ia memang pantas mendapat gelar pahlawan. Selama 29 tahun, perempuan kelahiran pangkep, sulawesi selatan, 29 Juni 1975, itu menghabiskan waktu menjadi tenaga medis dari pulau ke pulau di laut flores, sulawesi selatan.
     Ia berlayar menerjang ombak dengan perahu tradisional. “Sekarang sudah ada mesin. Dulu kami Cuma pakai layer, kadang tiga minggu baru tiba. Kadang menjelang maghrib, kami sudah lohat pulau, tapi malamnya hilang lagi karena kami terbawa angina dan arus,” tutur Hj. Rabiah.
     Mulanya, ia hidup dengan suami dan empat anaknya di kepulauan liukang tangaya. Tetapi, karena malaria menjangkiti suaminya, yang juga kepala puskesmas liukang tangaya, rabiah kembali ke segeri dan merawat suaminya ke kota pangkep. Namun nyawa suaminya tak tertolong.
      Sepeninggal sang suami, rabiah kembali ke pulau dengan membawa serta anak sulungnya. Ia menitipkan tiga anak lainnya kepada nenek mereka. Musibah dating lagi,. Anaknya jatuh dari pohon kelapa dan mengalami patah tulang sehingga harus dikembalikan ke segeri. Ia pun kembali seorang diri ke kepulauan liukang tangaya, mengarungi laut flores sendirian, meninggalkan empat anaknya untuk waktu yang tidak ia ketahui.
      Rabiah tinggal bersama seorang bidan dengan satu puskesmas dan satu puskesmas Bantu di kepulauan liukang tangaya. Sayang, bidan yang menemaninya juga terjangkit malaria. Akhirnya ia menjadi satu-satunya tenaga kesehatan di kepulauan liukang tangaya, yang luasnya 700 km2, selama 2 tahun.
     Suatu ketika, 6 maret 1979, rabiah harus melaut. Cuaca sangat buruk. Praak! Kapal yang ia tumpangi menghantam karang. Rabiah, kepala desa, dan selusin penumpang lainnya terdampar di atas batu karang selebar 5x20 m. kapal mereka pecah hingga puing-puing yang tersisa hanya bisa dijadikan kayu baker selama mereka terdampar.
     Untuk bertahan hidup, mereka memasak 1 liter beras untuk 14 orang, sehingga satu piring hanya dijatah 1 sendok. Namun, ditengah-tengah keterbatasan itu, ada seorang penumpang bernama kabirang. Ia memiliki keterbelakangan mental sehingga langsung memakan semua jatahnya dan menggoreng ikan asin bekal perjalanan.
     Mereka mencoba peruntungan ketika menemukan bangkai penyu besar. Lalu, menggunakan pena besi panas, ditulislah pesan di atas punggung itu :”pelita jaya terdampar pada tanggal 6 maret 1979 malam selasa di karangan kapas”. Beruntung, bangkai penyu itu terapung hingga ke pulau tempat pemilik penyu itu berasal di pulau poleonro.
     Sejak itu, dimulailah pencarian kapal karam itu. Apalagi, masyarakat kemudian menemukan puing kapal yang hanyut bertuliskan pelita jaya di pulau satangar. Pada malam hari yang gelap, mereka diselamatkan oleh kapal nelayan. Semua penumpang selamat.
     Di lain waktu, rabiah kehabisan persediaan obat. Akibatnya, ia terpaksa memberikan cairan infuse yang sudah kadaluwarsa kepada seorang penduduk yang sedang sekarat. “alhamdulillah, orang itu masih hidup sampai sekarang,” ujarnya.
    Kini Hj. Andi Rabiah memimpin 14 petugas kesehatan. Tanpa alat komunikasi, rabiah mengontrol semua petugas yang ia sebar di beberapa pulau. Para calon “suster apung” pun menghormati dan menjadikannya sebagai teladan, tanpa tunjangan dan asuransi kesehatan melanjutkan perjuangan ditengah-tengah laut flores.
     Meski penuh keterbatasan, rabiah percaya, bekerja adalah pelayanan dan tanggung jawab kepada masyarakat. Bagi dia, mereka adalah saudara.”tidak ada yang boleh meninggal karena melahirkan dan tak ada pula yang boleh meninggal karena diare,” katanya. Meski, untuk itu, ia harus menembus ganasnya lautan di tengah malam buta.  

Reference : Majalah Gatra No. 07 Tahun XV edisi 25-31 Desember 2008.  



MENJADI AYAH ASI

      Menjadi ayah ASI????mungkin diantara anda pernah mendengar atau membaca buku yang membahas tentang topic tersebut atau mungkin saja diantara anda merasa bingung dan bahkan bertanya-tanya dengan kalimat tersebut.   
      Menjadi ayah ASI bukan berarti ayah yang memberikan ASI secara langsung kepada bayinya tanpa perantara atau tugas ibu dalam memberikan ASI digantikan oleh ayah, karena pemberian ASI secara langsung kepada seorang bayi tanpa perantara merupakan tugas utama seorang ibu. Lantas apa maksudnya??? Dan bagaimana caranya menjadi ayah ASI???
      Sebelum saya menguraikankannya, terlebih dahulu saya akan mengajak anda yang kelak akan berperan sebagai seorang ayah atau bahkan yang saat ini sudah menjadi seorang ayah untuk mengetahui keunggulan ASI. Mengapa demikian??? Karena akhir-akhir ini banyak orang tua yang lebih memilih memberikan susu formula dibanding ASI, bahkan sampai berlomba-lomba memberikan susu formula yang termahal kepada bayinya. Selain itu, karena alasan pekerjaan, para orang tua begitu tega memberikan bayinya susu formula, yang menurut penelitian komposisi yang terkandung dalam susu formula tidak sesuai dengan kebutuhan anak manusia untuk tumbuh kembangnya. 
     Adapun keunggulan ASI adalah ASI mengandung nutrisi yang optimal baik kuantitas dan kualitasnya, ASI meningkatkan kesehatan bayi, ASI meningkatkan kecerdasan bayi, ASI meningkatkan jalinan kasih sayang ibu-anak. Jadi, ASI merupakan nutrisi terlengkap bagi seorang bayi yang tidak ada saingannya.
Perlu anda ketahui bahwa komposisi susu setiap spesies disesuaikan untuk tumbuh kembang anaknya masing-masing. Jadi, susu kucing untuk anak kucing, susu sapi untuk anak sapi, susu ibu untuk anak manusia.
      Lalu, apakah komposisi susu seorang ibu sesuai dengan kebutuhan semua bayi untuk tumbuh-kembangnya??? Ternyata, meskipun sama-sama satu spesies. Namun komposisi susu setiap ibu berbeda-beda, bukan karena makanan berlainan dan perbedaan etnik atau bukan karena financial dan keadaan tubuh ibu, melainkan karena kemampuan usus bayi itu sendiri dalam menyerap nutrisi yang terkandung dalam ASI. 
       Baiklah, saatnya saya mengajak anda untuk kembali ke topic awal yaitu menjadi ayah ASI.
Maksud dari menjadi ayah ASI adalah seorang ayah ikut serta dalam mendukung dan membantu keberhasilan dalam memberikan ASI eksklusif atau proses menyusui, bukan ayah yang memberikan ASI kepada bayinya.
     Adapun cara untuk menjadi ayah ASI, antara lain :
a. Ayah menyendawakan bayi.
b. Ayah memandikan bayi.
c. Ayah bermain, bergurau dan mendendangkan bayi.
d. Ayah mengganti popok.
e. Ayah memijat bayi.
f. Ayah menggendong bayi.

Reference : dr. Hj. Utami Roesli, SpA, MBA, IBCLC. 2008. Inisiasi Menyusui Dini Plus ASI Eksklusif. Jakarta : Pustaka Bunda. 



MAKANAN SAMPAH????

        Tahukah anda!!! Bahwa selama ini tanpa kita sadari ternyata kita berperilaku seperti orang yang kehilangan akal atau tidak waras alias orang “GILA”. Mengapa demikian??? Alasannya adalah karena kita dan orang gila sama-sama mengkonsumsi makanan sampah, hanya bedanya kalau kita makan makanan sampah di tempat elite dan bergengsi, sedangkan orang gila benar-benar makan makanan sampah di tempat sampah. Mungkin anda akan marah dengan persamaan tersebut. Tapi itu adalah sebuah realita kehidupan yang tanpa kita sadari telah terjadi beberapa tahun lalu hingga saat ini.
       Mungkin anda tahu atau pernah mendengar kata “JUNK FOOD”. Tahukah anda arti dari kata tersebut???? Baiklah disini saya akan membantu dan menyadarkan anda tentang junk food yang selama ini lebih banyak dipilih oleh masyarakat dibandingkan makanan yang diolah sendiri di rumah. Saat ini, junk food semakin marak di semua kalangan, dari muda hingga tua, anak-anak hingga dewasa, bahkan yang awalnya junk food hanya dikenal oleh orang-orang kota saja sekarang malah telah marak diperbincangkan oleh orang-orang desa.
      JUNK FOOD memiliki arti “Makanan Sampah”. Adapun macam-macam junk food adalah fried chicken, french fries, hamburger, pizza dan sejenisnya. Termasuk juga donat impor yang berukuran besar dengan macam-macam citarasa, cemilan ekstruksi (semacam chiki), minuman bersoda, minuman kola, es krim, milkshake, minuman kopi dengan "float" krim, coklat dan sebagainya. Makanan-minuman keren tersebut memang sangat mudah ditemui di mall-mall,plaza dan pertokoan besar di pusat dan pinggiran kota dan makanan yang ditawarkan di resto-resto.
     Tahukah anda!!! Kenapa makanan-makanan tersebut tergolong junk food??? Karena biasanya makanan-makanan tersebut memiliki kandungan nutrisi yang sangat rendah atau kalori yang terlalu tinggi dan hanya mengandalkan rasanya yang enak saja. 
       Mungkin selama ini anda mengira bahwa junk food merupakan makanan sehat dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Tapi apa yang anda kira itu ternyata salah besar. Mungkin dalam hal pengolahan dan penyajian kita akui cukup baik dan hyiegenis, tapi jika ditilik dari kandungan gizi yang terkandung dalam junk food jauh lebih sedikit dibandingkan dengan makanan yang diolah sendiri di rumah.
        Sekarang saatnya anda mengetahui kriteria-kriteria makanan yang tergolong junk food agar anda tidak salah pilih dalam memilih makanan adalah makanan berkadar garam tinggi, bergula tinggi, berlemak tinggi, namun kandungan nutrisi lainnya tipis, seperti protein, vitamin dan Mineral. Selain itu, mengandung banyak sodium (garam-garaman), lemak jenuh dan kolesterol. Dari kandungan-kandungan yang terkandung dalam junk food tersebut jika dikonsumsi terus-menerus dan terlampau banyak dan sering dapat mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit, antara lain : obesitas, rematik akibat penimbunan asam urat, tekanan darah tinggi, serangan jantung koroner, stroke dan kanker. Selain itu, yang perlu anda ketahui bahwa junk food dapat merusak system daya tahan tubuh atau imunitas, menurunkan daya konsentrasi dan mengurangi refleks gerak tubuh. 
       Mengapa junk food dapat merusak system daya tahan tubuh atau imunitas??? Karena junk food mengandung sedikit nilai gizi akibatnya tubuh jadi miskin nutrien dan organ tubuh tidak bekerja sempurna, sehingga organ yang berfungsi untuk mendetoksifikasi racun dalam tubuh pun bekerja tidak maksimal. Akibatnya, racun yang berada dalam tubuh tidak dapat terurai secara sempurna. Hal itulah yang menyebabkan rusaknya sistem imunitas dalam tubuh kita.
      Menurut dokter yang berasal dari Amerika yaitu dr. Henry Bieler menyatakan penyebab utama penyakit bukanlah kuman. Penyakit disebabkan oleh Toxaemia yang menyebabkan rusak dan melemahnya sel-sel sehingga menjadi tempat berkembang biaknya kuman-kuman dalam tubuh yang kemudian melakukan serangan. Akibatnya, fungsi dalam metabolisme tubuh khususnya dalam memproses racun pun terganggu. Semua itu akan berpengaruh terhadap sistem imunitas tubuh. Jika sistem imunitas tubuh kita baik, mungkin kita tidak akan mudah terserang penyakit dan sebaliknya jika sistem imunitas tubuh kita buruk, pasti berbagai penyakit akan menyerang tubuh kita.
       Selain merusak organ yang berfungsi mendetoksifikasi racun, junk food juga dapat merusak sel saraf sehingga daya konsentrasi menurun dan refleks gerak tubuh berkurang, sehingga dapat memicu daya ingat menurun dan akibatnya prestasi-prestasi yang diperoleh menjadi berkurang bahkan menurun drastis.  
      Tahukah anda!!! Biasanya produk pangan yang tergolong junk food lebih mengutamakan citarasa, penampilan luar yang wah dan secara ekonomi menguntungkan karena populer, sedangkan nilai gizinya prioritas ke sekian. 
       Untuk itu, marilah kita biasakan untuk tidak mengkonsumsi junk food tetapi mengkonsumsi makanan yang kita olah sendiri di rumah. Meskipun orang-orang akan mencap kita sebagai orang yang ketinggalan jaman dan orang ndeso, tapi semua itu lebih baik daripada kita ikut-ikutan mereka hanya untuk mendapat julukan orang kota atau up to date. Akan tetapi tubuh kita sakit-sakitan dan prestasi kita hancur. Jadi sebelum terlambat, mulai saat ini dan seterusnya tanamkan pada diri anda untuk memberikan yang terbaik bagi kesehatan tubuh anda dan kesehatan keluarga anda untuk mengurangi mengkonsumsi junk food dan memperbanyak mengkonsumsi makanan yang diolah sendiri di rumah. Karena dengan mengolah sendiri, kita pasti bisa memilih bahan-bahan makanan yang lebih alami dan terhindar dari bahan-bahan kimia yang berbahaya.

“SAY NO TO JUNK FOOD AND SAY YES TO SMART FOOD”

Reference :
1. Kamarudin. 2005. Jajanan Gaul Anak Muda Masa Kini = Junk Food???(Waspadalah). http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam.
2. Dwin S,Yuwono T. 2008. Kelewat Banyak Junk Food Bisa Bikin Otak Korsleting. http://my-curio.us. 



KETUBAN PECAH DINI

I. DEFINISI.
    Ketuban pecah dini (KPD) didefinisikan sebagai pecahnya ketuban sebelum waktunya melahirkan [1].
      Ketuban pecah dini (KPD) didefinisikan sebagai pecahnya ketuban sebelum terdapat tanda persalinan mulai dan ditunggu 1 jam belum terjadi inpartu [2].
      Ketuban pecah dini (KPD) didefinisikan sebagai keluarnya cairan berupa air-air dari vagina setelah kehamilan berusia 22 minggu [3]. 
      Hal ini dapat terjadi pada akhir kehamilan maupun jauh sebelum waktunya melahirkan. KPD preterm adalah KPD sebelum usia kehamilan 37 minggu. KPD yang memanjang adalah KPD yang terjadi lebih dari 12 jam sebelum waktunya melahirkan.
       Kejadian KPD berkisar 5-10% dari semua kelahiran, dan KPD preterm terjadi 1% dari semua kehamilan. 70% kasus KPD terjadi pada kehamilan cukup bulan. KPD merupakan penyebab kelahiran prematur sebanyak 30%.  
 
II. PENYEBAB
       Pada sebagian besar kasus, penyebabnya belum ditemukan. Faktor yang disebutkan memiliki kaitan dengan KPD yaitu riwayat kelahiran prematur, merokok, dan perdarahan selama kehamilan. Beberapa faktor risiko dari KPD [1] :
1. Inkompetensi serviks (leher rahim)
2. Polihidramnion (cairan ketuban berlebih)
3. Riwayat KPD sebelumya
4. Kelainan atau kerusakan selaput ketuban
5. Kehamilan kembar
6. Trauma
7. Serviks (leher rahim) yang pendek (<25mm)>
8. Infeksi pada kehamilan seperti bakterial vaginosis 
       Tambahan faktor risiko dari KPD [2] :
1. Faktor keturunan : serum ion CU rendah, vitamin C rendah, kelainan genetik.
2. Meningkatnya enzim proteolitik.
3. Sefalopelvik disproporsi.
4. Overdistensi uterus.
5. Kelainan letak : lintang, sungsang.

III. TANDA DAN GEJALA
       Tanda yang terjadi adalah keluarnya cairan ketuban merembes melalui vagina. Aroma air ketuban berbau manis dan tidak seperti bau amoniak, mungkin cairan tersebut masih merembes atau menetes, dengan ciri pucat dan bergaris warna darah. Cairan ini tidak akan berhenti atau kering karena terus diproduksi sampai kelahiran. Tetapi bila Anda duduk atau berdiri, kepala janin yang sudah terletak di bawah biasanya "mengganjal" atau "menyumbat" kebocoran untuk sementara.
      Demam, bercak vagina yang banyak, nyeri perut, denyut jantung janin bertambah cepat merupakan tanda-tanda infeksi yang terjadi.

IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG
        Pemeriksaan secara langsung cairan yang merembes tersebut dapat dilakukan dengan kertas nitrazine, kertas ini mengukur pH (asam-basa). pH normal dari vagina adalah 4-4,7 sedangkan pH cairan ketuban adalah 7,1-7,3. Tes tersebut dapat memiliki hasil positif yang salah apabila terdapat keterlibatan trikomonas, darah, semen, lendir leher rahim, dan air seni. Pemeriksaan melalui ultrasonografi (USG) dapat digunakan untuk mengkonfirmasi jumlah air ketuban yang terdapat di dalam rahim.

V. KOMPLIKASI KPD
       Komplikasi paling sering terjadi pada KPD sebelum usia kehamilan 37 minggu adalah sindrom distress pernapasan, yang terjadi pada 10-40% bayi baru lahir. Risiko infeksi meningkat pada kejadian KPD. Semua ibu hamil dengan KPD prematur sebaiknya dievaluasi untuk kemungkinan terjadinya korioamnionitis (radang pada korion dan amnion). Selain itu kejadian prolaps atau keluarnya tali pusar dapat terjadi pada KPD.
      Risiko kecacatan dan kematian janin meningkat pada KPD preterm. Hipoplasia paru merupakan komplikasi fatal yang terjadi pada KPD preterm. Kejadiannya mencapai hampir 100% apabila KPD preterm ini terjadi pada usia kehamilan kurang dari 23 minggu.

VI. PENANGANAN KETUBAN PECAH DI RUMAH
1. Apabila terdapat rembesan atau aliran cairan dari vagina, segera hubungi dokter atau petugas        kesehatan dan bersiaplah untuk ke Rumah Sakit
2. Gunakan pembalut wanita (jangan tampon) untuk penyerapan air yang keluar
3. Daerah vagina sebaiknya sebersih mungkin untuk mencegah infeksi, jangan berhubungan               seksual atau mandi berendam
4. Selalu membersihkan dari arah depan ke belakang untuk menghindari infeksi dari dubur
5. Jangan coba melakukan pemeriksaan dalam sendiri

VII. TERAPI
         Apabila terjadi pecah ketuban, maka segeralah pergi ke rumah sakit. Dokter kandungan akan mendiskusikan rencana terapi yang akan dilakukan, dan hal tersebut tergantung dari berapa usia kehamilan dan tanda-tanda infeksi yang terjadi. Risiko kelahiran bayi prematur adalah risiko terbesar kedua setelah infeksi akibat ketuban pecah dini. Pemeriksaan mengenai kematangan dari paru janin sebaiknya dilakukan terutama pada usia kehamilan 32-34 minggu. Hasil akhir dari kemampuan janin untuk hidup sangat menentukan langkah yang akan diambil.
          Kontraksi akan terjadi dalam waktu 24 jam setelah ketuban pecah apabila kehamilan sudah memasuki fase akhir. Semakin dini ketuban pecah terjadi maka semakin lama jarak antara ketuban pecah dengan kontraksi. Jika tanggal persalinan sebenarnya belum tiba, dokter biasanya akan menginduksi persalinan dengan pemberian oksitosin (perangsang kontraksi) dalam 6 hingga 24 jam setelah pecahnya ketuban. Tetapi jika memang sudah masuk tanggal persalinan dokter tak akan menunggu selama itu untuk memberi induksi pada ibu, karena menunda induksi bisa meningkatkan resiko infeksi.
      Indikasi untuk melakukan induksi pada KPD [2] :
a. Pertibangan waktu dan berat janin dalam rahim.
- Pertimbangan waktu : setelah pecah 6 jam, setelah pecah 12 jam, setelah pecah 24 jam.
- Berat janin sebaiknya > 2000 gram.
b. Terdapat tanda infeksi intrauterine.
- Temperature naik diatas 380C.
- Terdapat tanda infeksi melalui hasil : pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan kultur air ketuban.
      Apabila paru bayi belum matang dan tidak terdapat infeksi setelah kejadian KPD, maka istirahat dan penundaan kelahiran (bila belum waktunya melahirkan) menggunakan magnesium sulfat dan obat tokolitik. Apabila paru janin sudah matang atau terdapat infeksi setelah kejadian KPD, maka induksi untuk melahirkan mungkin diperlukan.
       Pemberian tokolitik berfungsi untuk mengurangi kontraksi uterus [2].
      Penggunaan steroid untuk pematangan paru janin masih merupakan kontroversi dalam KPD. Penelitan terbaru menemukan keuntungan serta tidak adanya risiko peningkatan terjadinya infeksi pada ibu dan janin. Steroid berguna untuk mematangkan paru janin, mengurangi risiko sindrom distress pernapasan pada janin, serta perdarahan pada otak. 
      Pemberian kortikosteroid berupa betametason 12 mg IM dalam 2 dosis setiap 12 jam atau deksametason 6 mg IM dalam 4 dosis setiap 6 jam. Peringatan jangan berikan kortikosteroid jika ada infeksi [3].  
       Penggunaan antibiotik pada kasus KPD memiliki 2 alasan. Yang pertama adalah penggunaan antibiotik untuk mencegah infeksi setelah kejadian KPD preterm. Dan yang kedua adalah berdasarkan hipotesis bahwa KPD dapat disebabkan oleh infeksi dan sebaliknya KPD preterm dapat menyebabkan infeksi. Keuntungan didapatkan pada wanita hamil dengan KPD yang mendapatkan antibiotik yaitu, proses kelahiran diperlambat hingga 7 hari, berkurangnya kejadian korioamnionitis serta sepsis neonatal (infeksi pada bayi baru lahir). 
      Jika ketuban telah pecah > 18 jam, berikan antibiotic profilaksis untuk mengurangi risiko infeksi streptokokus grup B [3] berupa :
- Ampisilin 2 g IV setiap 6 jam.
- Atau penisilin G 2 juta unit IV setiap 6 jam sampai persalinan.

VIII. PENCEGAHAN
       Beberapa pencegahan dapat dilakukan namun belum ada yang terbukti cukup efektif. Mengurangi aktivitas atau istirahat pada akhir triwulan kedua atau awal triwulan ketiga dianjurkan.

Reference :
1. Klik Dokter Menuju Indonesia Sehat. 2008. Kebidanan dan Kandungan : Ketuban Pecah Dini.         Jakarta : www.klikdokter.com
2. Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, SpOG. 2001. Kapita Selekta Penatalaksanaan Rutin Obgin       dan KB. Jakarta : EGC.
3. Prof. Dr. Abdul Bari Saifuddin, SpOG, MPH, dkk. 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan               Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.  


PENYAKIT KAWASAKI

       Pernahkan anda mendengar tentang penyakit Kawasaki???? Pernahkah anda menemukan kata “Kawasaki” di sekitar anda???? Ya, mungkin diantara anda akan menjawab : “Pernah, itukan merk salah satu produk kendaraan beroda dua yaitu motor”. Bagi anda yang menjawab demikian, itu artinya anda peka terhadap lingkungan sekitar anda. Memang benar apa yang anda katakan bahwa Kawasaki merupakan salah satu produk kendaraan beroda dua. Akan tetapi, bukan itu Kawasaki yang saya maksud disini. Kawasaki yang saya maksud disini adalah sebuah penyakit yang gejalanya mirip campak. 
      Lantas!!! kenapa penyakit tersebut dinamakan penyakit Kawasaki??? Karena penyakit tersebut pertama kali ditemukan oleh Dr. Kawasaki yang berasal dari Jepang pada tahun 1967. karena yang pertama kali menemukan penyakit tersebut adalah Dr. Kawasaki, maka penyakit tersebut dinamakan penyakit Kawasaki sesuai dengan nama penemunya.
        Sebenarnya gejala penyakit ini mirip dengan penyakit campak, hanya saja penyakit ini sangat berbahaya. Lantas!!! Penyakit Kawasaki itu apa???? Menurut Dr. Najib Advani, SpA(K) MMed. Paed., menjelaskan bahwa “Penyakit Kawasaki merupakan penyakit akut yang disertai panas dan vaskulitis atau radang pembuluh darah, terutama pembuluh darah jantung”. 
     Selain itu, menurut Dr. Najib yang pernah mempelajari penyakit Kawasaki di Australia mengatakan bahwa “Delapan puluh persen menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun. Paling banyak antara usia 1-2 tahun, itu pun kebanyakan pada anak laki-laki, sedangkan pada anak usia di atas 12 tahun atau orang dewasa, kasus Kawasaki belum dilaporkan”.
     Sebenarnya penyakit Kawasaki itu disebabkan oleh apa??? Menurut Dr. Najib penyebab penyakit Kawasaki itu sendiri belum diketahui dengan pasti. Namun masih ada dugaan bahwa penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus. 
      Gejala-gejala Kawasaki : demam, lesu, sangat rewel dan serba salah, bibir merah-merah dan agak bengkak, lidah merah seperti strawberi, rongga mulut agak kemerahan, tidak mau makan, timbul bercak-bercak merah di seluruh tubuh dan telapak tangan, kaki agak bengkak, timbul gatal, panas badan tinggi antara 38-410C berlangsung 5 hari atau lebih, kedua mata merah tetapi tidak ada kotorannya, dan pembengkakan kelenjar getah bening disalah satu sisi pada leher. Jika anda menemukan gejala-gejala tersebut pada anak anda. Maka anda sebaiknya tidak menganggap enteng penyakit tersebut. Apalagi jika anda sampai menganggap anak anda terkena campak.
     Perbedaan antara penyakit campak dengan penyakit Kawasaki :
1. Pada Kawasaki, panas akan menetap atau tidak hilang begitu timbul bercak-bercak pada tubuh     dan tidak disertai dengan batuk pilek, sedangkan pada campak, panas akan turun begitu timbul     bercak pada tubuh dan disertai batuk pilek.
2. Fase penyembuhan. Pada Kawasaki, kulit pada jari tangan atau kaki akan mengelupas,                   sedangkan pada campak, bercak merahnya menjadi kehitaman dan beberapa minggu baru             menghilang.
       Komplikasi yang ditimbulkan oleh penyakit Kawasaki terhadap penderitanya berupa kerusakan pembuluh darah koroner (pembuluh darah jantung).
         Pengobatan Kawasaki harus dilakukan di rumah sakit karena semua penderita penyakit Kawasaki harus di EKG agar bisa diobati dengan segera. Pengobatan yang diberikan berupa suntikan intravena dengan dosis rendah selama 4 hari. Akan tetapi pemberian obat yang efektif diberikan dengan dosis tunggal, satu kali pemberian dengan dosis tinggi per oral.

Reference : Lutfiatus Sholihah. 2008. Panduan Lengkap Melahirkan. Jakarta : Diva Press.



Rabu, 26 November 2008

HUBUNGAN ANTARA SOSIAL BUDAYA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang.

Baik tidaknya proses tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor sosial, pelayanana kesehatan, gizi dan lain sebagainya. kecukupan akan zat gizi pada masa bayi umur 0-6 bulan dapat diperoleh dari ASI tanpa tambahan makanan lain (ASI eksklusif).
ASI merupakan yang terbaik bagi bayi karena komposisinya sesuai dengan kebutuhan dan banyak mengandung zat antibody yang dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi. bayi yang mendapat ASI eksklusif morbiditas dan mortalitasnya jauh lebih rendah dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif. menurut WHO (2004) terdapat 1-1,5 juta bayi meninggal dunia setiap tahunnya karena tidak mendapat ASI eksklusif. sementara itu angka kematian bayi merupakan salah satu indikator kesehatan masyarakat (susenas 2001).
Hasil yang dikeluarkan survey demografi dan kesehatan indonesia (SDKI) periode 1997-2002 cukup memprihatinkan. bayi yang mendapat ASI eksklusif sangat rendah. sebanyak 86% bayi mendapatkan makanan berupa susu formula, makanan padat, atau campuran antara ASI dan susu formula.
Berdasarkan pengamatan peneliti bahwa semakin banyak ibu di zaman sekarang ini tidak memberikan ASI eksklusif kepada bayi. menteri negara pemberdayaan perempuan meutia hatta swasono berpendapat, faktor sosial budaya ditenggarai menjadi faktor utama pada pemberian ASI eksklusif pada balita di indonesia.
Banyak faktor yang mempengaruhi pola menyusui pada masyarakat. salah satu diantaranya adalah aspek sosial budaya. sebagaimana yang dikemukakan oleh blum (1974), bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan masyarakat sangat tergantung pada lingkungan, termasuk lingkungan sosial. sikap ibu dalam menyusui sangat tergantung pada lingkungan sosial dan budaya dimana ia dididik. epidemiologi sosial sebagai cabang ilmu epidemiologi berfokus pada fakta-fakta sebagai hasil daripada faktor sosial diantaranya status sosial, suku, jaringan sosial, jenis kelamin, dan status ekonomi. pola fikir holistik sangat penting dalam penanganan berbagai masalah kesehatan, dikarenakan masalah kesehatan pada hakekatnya bukanlah disebabkan oleh penyebab yang berdiri sendiri, tetapi keterkaitan beberapa faktor yang saling mempengaruhi sebagaimana disampaikan blum (1974) bahwasannya kesehatan dipengaruhi oleh faktor keturunan, pelayanan kesehatan, gaya hidup dan lingkungan.
Dengan memberikan ASI eksklusif terjalin hubungan yang lebih erat antara ibu dan bayi karena secara alami dengan adanya kontak kulit, bayi merasa aman. hal ini sangat penting bagi perkembangan psikis dan emosi bagi bayi. selain itu pemberian ASI eksklusif dapat meningkatkan kekebalan tubuh bayi. dan masih banyak keunggulan lain dari ASI eksklusif. untuk itu pemberian ASI secara eksklusif perlu ditingkatkan. untuk perlu diketahui kontribusi ibu dalam menyusui bayinya secara eksklusif.
1.2 Rumusan masalah
masih rendahnya ibu memberikan ASI secara eksklusif kepada bayinya.
1.3 Pertanyaan penelitian
1. apakah ada hubungan antara sosial budaya dengan pemberian ASI eksklusif?
2. bagaimanakah pola pemberian ASI?
1.4 Tujuan penelitian
1.4.1 Tujuan umum
untukmengetahui hubungan antara sosial budaya dengan pemberian ASI eksklusif.
1.4.2 Tujuan khusus
1. mengetahui pola pemberian ASI eksklusif dan yang tidak memberi ASI eksklusif.
2. mengetahui hubungan budaya dengan pemberian ASI eksklusif
1.5 Manfaat penelitian
1.5.1 untuk petugas
hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk evaluasi dan perencanaan program yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif
1.5.2 untuk puskesmas
hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam peningkatan program KIA, khususnya yang berkaitan dengan pemberian ASI eksklusif
BAB II TINJAUAN TEORI
2.1 asi eksklusif
2.2 sosial budaya
BAB III KERANGKA KONSEP, DEFINISI OPERASIONAL DAN HIPOTESIS
3.1 Kerangka konsep
sosial budaya dihubungkan dengan tanda panah pemberian ASI eksklusif
3.2 Definisi operasional
kebudayaan adalah tradisi atau kebiasaan meliputi tingkah laku ibu yaitu memiliki bayi <> 6 bulan), yaitu pemberian air, jeruk, madu, air teh, pisang, pepaya, bubur susu dan biskuit.
cara ukur : wawancara
alat ukur : kuesoiner
hasil ukur :
1. budaya kurang baik, apabila ibu memberikan makanan atau minuman tambahan sebelum usia 6 bulan.
2. budaya baik, apabila ibu tidak memberikan makanan atau minuman tambahan sebelum 6 bulan.
skala ukur : ordinal
pemberian ASI eksklusif adalah memberikan makanan kepada bayi berupa ASI tanpa makanan apapun, termasuk air utih sampai bayi berusia 6 bulan.
cara ukur : wawancara
alat ukur : kuesioner
hasil ukur :
1. memberi ASI eksklusif
2. tidak memberi ASI eksklusif
skala ukur : ordinal.
3.2 Hipotesis
terdapat hubungan yang signifikan antara sosial budaya dengan pola pemberian ASI eksklusif.
BAB IV METODE PENELITIAN
4.1 Desain studi
dalam penelitian ini menggunakan desain studi cross secsional.
4.2 Populasi dan sampel
populasi adalah ibu yang mempunyai anak balita yang berkunjung ke puskesmas A bulan januari- desember 2007. sampel penelitian ini adalah ibu memberi dan yang tidak memberi ASI eksklusif selama 6 bulan.
4.3 Proses pengumpulan data
pengambilan data dengan wawancara langsung menggunakan kuesoiner pada bulan desember 2007.
4.4 Instrumen
penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner yang disusun sendiri oleh peneliti.
4.5 Manajemen dan analisis
setelah data terkumpul, selanjutnya data :
1. dicek ulang melalui kelengkapan data.
2. diberi kode sesuai dengan kategori variabel penelitian
3. pengumpulan data dengan menggunakan komputer
4. klasifikasi data
Setelah data diklarifikasikan, dilanjutkan dengan analisis. analisis yang dilakukan meliputi :
1. analisis univariat yaitu mengetahui proporsi kategori variabel penelitian secara deskriptif.
2. analisis bivariat yaitu mengetahui hubungan antar budaya dengan pemberian ASI eksklusif. analisis ini menggunakan uji kai kuadrat.
4.6 Waktu dan tempat penelitian
pada bulan desember 2007 dilakukan penelitian d puskesmas A di desa suka maju kecamatan tak gentar kabupaten merdeka.
4.7 Keterbatasan penelitian
keterbatasan dalam penelitian ini terletak pada penggunaan bahas, dikarenakan masyarakat desa tidak dapat menggunakan bahas indonesia dengan lancar. maka proses pengumpulan data harus menggunakan bahasa daerah yang digunakan di daerah setempat.
from : mahasiswi politeknik kesehatan bandung perwakilan jurusan kebidanan rangkasbitung

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI KONSUMEN DENGAN PEMANFAATAN POLINDES

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pondok bersalin desa (polindes) merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) yang didirikan masyarakat atas dasar musyawarah sebagai kelengkapan dari pembangunan masyarakat desa. Pondok bersalin desa bermanfaat untuk pelayanan kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana (Dachroni, dkk. 2000). kontibusi keberadaan polindes dalam meningkatkan cakupan dan pelayanan kesehatan ibu dan anak cukup besar yaitu menurunnya angka kematian bayi dari 71/1000 menjadi 41/1000 kelahiran hidup tahun 1997. disisi lain keberhasilan tersebut belum diimbangi dengan menurunnya angka kematian ibu. polindes yang memiliki masyarakat baru sekitar 35 (dachroni,, 2000). pemanfaatan polindes masih rendah (Depkes, 2000). faktor yang mempengaruhi meliputi kurangnya promosi, rendahnya partisipasi masyarakat, image bidan jelek dan komitmen kepemilikan oleh masyarakat rendah (dachroni, 2000), mutu pelayanan rendah (Ristrini, 2000). kenyataan di lapangan tampak bahwa ibu hamil dan bersalin lebih memilih tempat pelayanan selain polindes untuk melakukan ANC dan persalinan.
Di era sekarang polindes banyak ditinggalkan oleh para ibu hamil maupun ibu bersalin. mereka lebih memilih bidan praktik swasta sebagai tempat periksa hamil maupun bersalin. mengapa terjadi pergeseran trend perilaku konsumen, hal ini perlu penelitian. di sisi lain ternyata di daerah pedesaan polindes merupakan pilihan utama bagi ibu hamil dan ibu bersalin untuk periksa. faktor apa saja yang menyebabkan mereka tetap memilih polindes sebagai tempat persalinan perlu dikaji secara ilmiah menggunakan paradigma manajemen pemasaran
Faktor yang mempengaruhi persepsi konsumen terhadap perilaku konsumen dalam proses pengambilan keputusan suatu produk adalah bauran pemasaran, lingkungan dan karakteristik pembeli (Rosyid, M. 2001). faktor resiko produksi, karakteristik konsuman dan faktor situasi (Sumarwan. 2004). menurut kartajaya (2005) proses pengambilan keputusan dipengaruhi oleh lingkungan, perbedaan individu, strategi pemasaran dan proses biologis.
Hasil penelitian berkonsep strategi pemasaran membuktikan bahwa faktor fasilitas, pelayanan, lokasi, harga, produk dan karakteristik individu mempengaruhi keputusan konsumen. variabel inilah yang ingin diketahui mana yang paling dominan mempengaruhi konsumen dalam memberikan keputusan memilih pondok bersalin desa sebagai tempat persalinan.
1.2 Rumusan masalah
Masih rendahnya pemanfaatan polindes oleh ibu hamil dan bersalin di wilayah puskesmas cibadak. ibu hamil dan bersalin lebih memilih tempat pelayanan lain (bidan praktek swasta atau dukun paraji) untuk melakukan ANC dan persalinan.
1.3 Pertanyaan penelitian
1. berapa besar proporsi ibu yang memanfaatkan atau tidak memanfaatkan polindes?
2. berapa besar proporsi ibu yang memiliki persepsi positif atau negatif terhadap polindes?
3. apakah ada hubungan antara persepsi ibu terhadap polindes dengan perilakunya dalam memanfaatkan polindes?
1.4 Tujuan penelitian
1.4.1 Tujuan umum
untuk memperoleh informasi tentang hubungan antara persepsi ibu dengan perilakunya dalam memanfaatkan polindes.
1.4.2 Tujuan khusus
1. untuk mengetahui berapa besar proporsi ibu yang memiliki persepsi positif atau negatif terhadap polindes.
2. untuk mengetahui berapa besar proporsi ibu yang memanfaatkan atau tidak memanfaatkan polindes.
3. untuk mengetahui apakah ada hubungan antara persepsi ibu terhadap polindes dengan perilakunya dalam memanfaatkan polindes.
1.5 Manfaat penelitian
1.5.1 untuk puskesmas
hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan untuk evaluasi dan perencanaan program penyuluhan pada ibu hamil dan bersalin yang berkaitan dengan pemanfaatan polindes.
1.5.2 untuk petugas kesehatan
hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan atau acuan dalam memberikan pelayanan, khususnya yang berkaitan dengan pemanfaatan polindes.

BAB II TINJAUAN TEORI
2.1 Persepsi
2.2 Pondok Bersalin Desa

BAB III KERANGKA KONSEP, DEFINISI OPERASIONAL DAN HIPOTESIS
3.1 Kerangka konsep
Persepsi dihubungkan dengan tanda panah Pemanfaatan polindes
3.2 Definisi operasional
Persepsi adalah proses interna yang memungkinkan kita memilih, mengorganisasikan dan menafsirkan rangsangan dari lingkungan.
cara ukur : pertanyaan.
alat ukur : daftar pertanyaan (kuesioner).
hasil ukur :
1. baik
2. tidak baik
skala ukur : ordinal.

Pemanfaatan polindes adalah perilaku responden dalam mendayagunakan tempat pelayanan kesehatan ibu dan anak (polindes).
cara ukur : wawancara.
alat ukur : kuesioner.
hasil ukur :
1. dimanfaatkan.
2. tidak dimanfaatkan.
3.3 hipotesis
adanya hubungan antara persepsi konsumen dengan pemanfaatan polindes.

BAB IV METODE PENELITIAN
4.1 Desain studi
Dalam penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional.
4.2 Populasi dan sampel
populasinya yaitu ibu hamil dan ibu bersalin yang ada di wilayah puskesmas cibadak kecamatan cibadak pada bulan januari-oktober 2008, jumlah sampelnya yaitu 100 respondent.
4.3 Proses pengumpulan data
pengambilan data dengan wawancara langsung menggunakan kuesioner pada bulan oktober 2008.
4.4 Instrument
penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner yang disusun oleh peneliti.
4.5 Manajemen analisis data
setelah dataterkumpul, selanjutnya data diperiksa kembali untuk memastikan kelengkapan data. setelah data lengkap maka data tersebut dianalisis. analisis yang dilakukan yaitu :
1. Analisis univariat
analisis univariat dilakukan terhadap setiap variabel dari hasil penelitian. analisis univariat ini dilakukan untuk mengetahui proporsi kategori variabel secara deskriptif.
2. analisis bivariat
untuk mengetahui adanya hubungan antara persepsi konsumen dengan pemanfaatan polindes sebagai tempat pemeriksaan kehamilan dan persalinan. analisis ini menggunakan tabulasi silang dengan uji chi square (X kuadrat) sehingga dapat diketahui ada atau tidaknya hubungan yang bermakna secara statistik dengan derajat atau tingkat pemaknaan alpha 0,05 (5%).
4.6 Waktu dan tempat penelitian
Penelitian dilakukan selama 10 bulan (januari-oktober 2008), lokasi penelitian di wilayah puskesmas cibadak.
4.7 Keterbatasan penelitian
kurangnya partisipasi aktif dari responden terhadap penelitian yang dilakukan. untuk itu dapat diminimalisasi dengan cara menciptakan suasana yang akrab dan kondusif dengan responden, sehingga mereka mau bekerja sama dengan peneliti dalam memberikan informasi.

from : mahasiswi politeknik kesehatan bandung perwakilan jurusan kebidanan rangkasbitung jalum tingkat III

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN PSK REMAJA DENGAN KEJADIAN PMS

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Alasan kemampuan atau keterampilan yang tidak dimiliki sama sekali atau uang yang dibutuhkan sebagai modal untuk usaha lain membuat remaja memilih PSK sebagai tempat atau satu-satunya alternative yang paling mudah dan gampang, dimana mereka dapat mengusahakan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Penyebab remaja memasuki dunia PSK adalah kurangnya perhatian, hilangnya harmonisasi dan terbatasnya komunikasi dalam keluarga yang membuta mereka kemudian menekuni pekerjaan sebagai PSK. Hal itu juga dikemukakan oleh manuaba (1998), bahwa sikap moral yang berorientasi matrealistis telah mengubah gejala untuk ikut serta menikmatinya, dan memerlukan biaya yang dipecahkan oleh teman sebayanya. Demikian yang ditemukan pada responden yang mengatakan “Dalam keluarga terlalu keras, jarang berkumpul bersama-sama. Masing-masing orang sibuk dengan kegiatannya sendiri dan mementingkan dirinya saja. Masing-masing orang hidup untuk dirinya sendiri”.
Tetapi keinginan untuk mencari dan mengumpulkan uang menjadi pusat perhatian membuat mereka kurang memperhatikan dampak dari pekerjaannya, misalnya kemungkinan mengidap penyakit menular seksual. Penyakit menular seksual (PMS) merupakan salah satu infeksi saluran reproduksi (ISR) yang ditularkan melalui hubungan kelamin. Yang mereka hindari dan hanya menaruh perhatian adalah keadaan yang dapat membuat mereka tidak bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka seperti hamil.
Dihubungkan dengan lama mereka melakukan praktek sebagai PSK, maka pengetahuan remaja tentang PMS sangat minim. Pengetahuan mereka hanya terbatas pada akibat penyakit yang umum terjadi. Pengetahuan yang berhubungan dengan gejala-gejala dan pola-pola pencegahan pada umumnya masih sangat kurang. Padahal pengetahuan ini justru sangat dibutuhkan untuk mencegah kemungkinan seseorang tertular PMS. Minimnya pengetahuan mereka turut mempengaruhi upaya penanggulangan yang perlu dilakukan, sehingga dapat memutuskan mata rantai penularan. Demikian pula apa yang dilaporkan oleh DEPKES RI (2005), bahwa hanya 24% remaja mengetahui tentang IMS/PMS.
Rendahnya pengetahuan remaja PSK tentang cara penularannya dan gejala yang diperlihatkan seseorang yang menderita PMS akan turut berpengaruh pada perilaku seks mereka. Pengetahuan dan pemahaman yang tidak jelas terhadap orang dengan gejala dan tanda PMS membuat remaja PSK tidak mewaspadai pelanggan yang berpotensi menularkan penyakit tersebut pada waktu melayaninya. Melalui pengalaman yang menurut mereka aman-aman inilah membuat remaja PSK semakin mempunyai kepastian untuk meneruskan pekerjaan mereka menjadi PSK dan melakukan hubungan seks dengan pelanggan dengan pemikiran tidak akan mungkin tertular PMS.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dalam latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah masih rendahnya pengetahuan PSK remaja terhadap penularan penyakit melalui hubungan seksual.
1.3 Pertanyaan Penelitian
Apakah ada hubungan antara pengetahuan PSK remaja dengan kejadian PMS di kota Merak, provinsi Banten?
1.4 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan mengetahui dan mengkaji hubungan tingkat pengetahuan PSK remaja tentang pencegahan kejadian PMS dengan kejadian infeksi PMS.
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah :
1.5.1 Peneliti.
Untuk menambah wawasan, pengetahuan serta dapat mengaplikasikan teori-teori yang didapat selama kuliah, kedalam dunia kerja maupun kehidupan masyarakat agar kelak angka kejadian PMS dapat berkurang.
1.5.2 Dinas kesehatan.
Untuk masukan dalam rangka meningkatkan upaya-upaya pencegahan PMS khususnya di wilayah kota Merak, provinsi Banten.
BAB II TINJAUAN TEORI.
2.1 Penyakit menular seksual.
2.2 Pengetahuan.
BAB III KERANGKA KONSEP, DEFINISI OPERASIONAL DAN HIPOTESIS
3.1 Kerangka Konsep.
Pengetahuan PSK Remaja dihubungkan dengan tanda panah Kejadian PMS
3.2 Definisi Operasional.
Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang yang tidak dibatasi pada deskriptif, hipotesis, konsep, teori, prinsip dan prosedur yang secara probabilitas adalah benar atau berguna.
Cara ukur : wawancara.
Alat ukur : kuesioner (daftar pertanyaan).
Hasil ukur :
1. Pengetahuan PSK remaja dikatakan rendah jika nilai kurang dari rata-rata.
2. pengetahuan PSK remaja dikatakan tinggi jika nilai lebih dari atau sama dengan rata-rata.
Skala ukur : ordinal.

Kejadian PMS adalah suatu keadaan infeksi alat reproduksi PSK remaja yang disebabkan karena perilakunya sebagai pekerja seks.
Cara ukur : pemeriksaan laboratorium.
Alat ukur : set alat laboratorium.
Hasil ukur :
1. dinyatakan positif apabila hasil pemeriksaan menunjukkan PSK remaja didiagnosa terkena PMS.
2. dinyatakan negative apabila hasil pemeriksaan menunjukkan PSK remaja didiagnosa tidak terkena PMS.
Skala ukur : ordinal.
3.3 Hipotesis.
Terdapat hubungan antara pengetahuan PSK remaja dengan kejadian PMS.
BAB IV METODE PENELITIAN
4.1 Desain Studi.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian komprehensif yang menggunakan desain cross seksional.
4.2 Populasi dan sample.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh PSK remaja di kota Merak, provinsi Banten tahun 2008. dimana jumlah sample penelitian adalah 100 PSK remaja di kota Merak tahun 2008. sample diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling.
4.3 Proses pengumpulan data.
Untuk variable pengetahuan memberikan daftar pertanyaan (kuesioner) dengan 20 pertanyaan terbuka kepada PSK remaja, sedangkan untuk variable kejadian PMS dilakukan pemeriksaan secret vagina.
4.4 Instrument.
Instrument dalam penelitian ini meliputi daftar pertanyaan (kuesioner) terbuka untuk mengetahui tingkat pengetahuan PSK remaja mengenai pencegahan kejadian PMS dan alat laboratorium untuk pemeriksaan secret vagina.
4.5 Manajemen dan analisis data.
Untuk mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan PSK remaja dengan kejadian PMS, dilakukan teknik analisis data dengan menguji hipotesis penelitian tentang pengaruh variable independent terhadap variable dependent menggunakan uji kai kuadrat dengan tingkat kemaknaan 95% (alpha 0,05). Sedangkan hasil yang diharapkan dapat memberikan manfaat untuk menurunkan angka kejadian PMS.
4.6 Waktu dan tempat penelitian.
Penelitian dilakukan di kota Merak, provinsi Banten mulai tanggal 1-31 Desember 2008.
4.7 Keterbatasan penelitian.
Kurangnya keterbukaan PSK remaja dalam menjawab semua pertanyaan yang diajukan. Hal ini dapat diminimalisir dengan menciptakan suasana yang nyaman sehingga menimbulkan rasa percaya terhadap pewawancara.
from : mahasiswi politeknik kesehatan bandung perwakilan jurusan kebidanan rangkasbitung jalum tingkat III

MENOPAUSE

BAB I
PENDAHULUAN.
1.1 Latar Belakang Masalah
Masa menopause merupakan fase yang selalu terjadi pada wanita yang menginjak umur 44 tahun dan ditandai dengan berhentinya haid. Terkadang wanita belum siap untuk menghadapi masa ini karena mereka selalu beranggapan bahwa seorang wanita yang telah mendapatkan/ mengalami menopause gairah seksualnya juga akan menurun. Dan hal ini yang dikhawatirkan oleh pasangan suami istri pada umumnya.
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah diatas maka kami akan menguraikan:
1. Apa pengertian Menopause?
2. Apa penyebab dan gejala-gejalanya?
3. Apakah Menopause mempengaruhi hubungan seksual wanita?
4. Bagaimana solusinya?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui tentang Menopause.
2. Mengetahui penyebab dan gejala-gejala Menopause.
3. Mengetahu pengaruh Menopause terhadap hubungan seksual wanita.
4. Mengetahui solusi dari masalah Menopause.
BAB II
PEMBAHASAN ISI.
2.1 Pengertian Menopause
Monopouse atau ketuaan bukanlah mitos. Keduanya merupakan kenyataan. Pengalaman perempuan dengan kedua kenyataan tersebut apakah penuh penderitaan atau tidak, tergantung bagaimana perasaan perempuan mengenai dirinya sendiri.Kata monopouse berasal dari bahasa Yunani yang berarti “bulan” dan “penghentian sementara”. Berdasarkan definisinya, kata monopouse itu berarti masa istirahat. Sebenarnya secara linguistik, istilah yang lebih tepat adalah menocease yang berarti berhentinya masa menstruasi.Monopouse ialah haid terakhir atau saat terjadinya haid terakhir. Diagnosis menopouse dibuat setelah terdapat amenovera sekurang-kurangnya satu tahun. Berhentinya haid dapat didahului oleh siklus haid yang lebih panjang dengan pendarahan yang berkurang. Umur waktu terjadinya monopouse dipengaruhi oleh keturunan, kesehatan umum, dan pola kehidupan.Monopouse rupanya ada hubungannya dengan menarch. Makin dini menarch terjadi, makin lambat monopause timbul; sebaliknya makin lambat menarch terjadi, makin cepat menopause timbul. Pada abad ini umumnya nampak bahwa menarch makin dini timbul dan monopause makin lambat terjadi, sehingga masa reproduksi menjadi lebih panjang. Walaupun demikian di negara-negara maju rupanya menarch tidak lagi bergeser ke umur yang lebih muda, tampaknya batas maksimal telah tercapai. Monopause yang artificial karena operasi atau radiasi pada umumnya menimbulkan keluhan yang lebih banyak dibandingkan monopause alamiah.
2.2 Penyebab Menopause
Untuk memahami mengapa terjadi menopause, mengapa dan bagaimana menopause itu mempengaruhi perempuan, pertama-tama kita harus memiliki pemahaman dasar tentang sistem endokrin perempuan. Sistem endokrin adalah sistem yang mengatur semua zat penting didalam tubuh perempuan yang dikenal sebagai hormon. Dua hormon penting yang dihasilkan perempuan adalah esterogen dan progesterone. Salah satu bagian tubuh perempuan yang menghasilkan hormon estrogen adalah indung telur. Keduanya berfungsi dan diperlukan untuk pelepasan jaringan dinding rahim. Meskipun saling berhubungan dan berkaitan satu sama lain, hormon-hormon ini berbeda.Salah satu hal istimewa mengenai tubuh perempuan ialah jika salah satu organ melemah maka organ yang lain akan membantu. Itu pula yang terjadi dengan persediaan esterogen perempuan. Ketika indung telur, yang merupakan bagian tubuh yang berhubungan erat dengan produksi esterogen, kehilangan sel-selnya (sama halnya dengan bagian-bagian lain dari tubuh kita sejalan dengan bertambahnya usia) maka kelenjar-kelenjar adrenalin akan mengambil alih sebagian produksi.Oleh karenanya seorang perempuan yang mengalami menopause bukan berarti otomatis/ langsung menurun gairah seksualnya.
2.3 Gejala-gejala Menopause
Haid adalah peristiwa yang terjadi secara khas pada individu, baik dalam awal pertama kali terjadi, dalam siklus, jumlah darah yang keluar, maupun dalam gejala-gejala yang menyertainya. Demikian pula ketika terjadi menapause akan menimbulkan gejala-gejala yang berbeda pada tiap orang. Meskipun demikian, dapatlah dikatakan bahwa gejala-gejala menopause dapat berupa antara lain; insomnia, rasa panas (hot flash), banyak berkeringat, depresi, berkurangnya daya ingat, sulit menahan dorongan untuk kencing (inkontinensia).Gejala lain yang menjadi tanda menopause adalah gangguan sembelit, gangguan punggung, dan tulang belulang, bengkak, linu serta nyeri.Karena sifat gejala yang berbeda-beda pada tiap orang itu maka ada baiknya jika anda mencatat tanggal-tanggal haid anda serta gejala-gejala “yang tidak biasa” yang mungkin terjadi, setelah anda mencapai atau melampaui usia 40 tahun.
2.4 Pengaruh Menopause terhadap Hubungan Seksual Perempuan
Kehidupan seksual sesuadah menopause ternyata tidak mengalami perubahan pada 60% perempuan. Dua puluh persen diantaranya mengalami peningkatan keinginan seksual dan 20% lagi mengalami pengurangan. Karena tidak ada lagi resiko kehamilan, banyak perempuan mempunyai keinginan seksual yang lebih besar dan bahkan kadang memperbaiki hubungan antara pasangan. Memang, dalam kenyataannya nafsu seksual tidak ada hubungannya dengan produksi hormon pada saat atau sesudah menopause.Penelitian di Amerika menunjukkan bahwa perempuan masih tetap mempunyai nafsu seksual sampai pada usia yang lebih tua dibanding kaum laki-laki. Setiap tujuh diantara 10 pasangan di Amerika masih tetap melakukan senggama sesudah usia 60 tahun. Alasan utama berhentinya kegiatan seksual mereka biasanya disebabkan oleh adanya gangguan kesehatan, yang biasanya terjadi pada pihak laki-laki. Kendati demikian, sementara sebagian perempuan tidak mengalami perubahan pada keinginannya untuk berhubungan seks, sebagian lainnya tidak peduli jika ia tidak berhubungan dengan pasangannya selama berbulan-bulan.
2.5 Cara Mencegah Pemunculan Gejala-gejala Menopause
Tidak semua perempuan yang mengalami menopause memerlukan terapi estrogen pengganti, sebagian lagi hanya memerlukannya selama beberapa bulan, karena tidak semua peremuan mengalami gejala menopause yang demikian mengganggu sehingga memerlukan estrogen pengganti.Di masyarakat Asia pada umumnya, gejala menopause tidak banyak dikeluhkan karena secara kultural orang-orang yang menjadi lanjut usia justru mendapatkan kedudukan sosial yang terhormat. Perempuan yang masih tetap aktif ketika memasuki masa menopause juga tidak mengalami gejala menopause yang berarti.
Adapun kegiatan-kegiatan yang dapat mencegah pemunculan gejala-gejala menopause.
1. Olah Raga (exercising)
Tetap berusaha agar hidup aktif akan menekan gejala insomnia, memperlambat osteoporosis dan penyakit jantung, dan juga mencegah “hot flashes”.
2. Berhenti Merokok
Merokok sebenarnya ikut mempercepat munculnya menopause. Berhenti merokok juga akan meringankan gejala-gejala menopause.
3. Mengkonsumsi Kalsium
Perempuan, terutama menjelang usia-usia menopause, sebaiknya mengkonsumsi kalsium sebanyak 1000-1500 gram seharinya. Sebagian besar dapat diperoleh dari makanan, seperti susu, yoghurt, beberapa jenis sayuran (antara lain brokoli). Kalau jumlah kalsium dari makanan kurang mencukupi, dapat juga memakan tablet kalsium.
4. Vitamin Tambahan
Sebagian besar vitamin yang diperlukan tubuh sudah diperoleh melalui makanan kita sehari-hari. Tetapi adakalanya terutama mereka yang aktif, memerlukan juga tambahan vitamin. Vitamin yang diperlukan antara lain B1, B2, B12, asam folat dan terutama bagi mereka yang menginjak usia menopause memerlukan vitamin-vitamin aktioksidan seperti vitamin A dan E.
5. Kedelai
Kedelai mengandung fitoestrogen atau estrogen yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Kedelai dapat kita konsumsi dari kecap, tempe, tahu, tauco atau susu kedelai.
2.6 Cara Memperlambat Datangnya Menopause
Datangnya menopause memang tidak dapat dihindari dan itu tidak perlu membuat diri kita cemas. Tapi ada persiapan-persiapan yang bisa kita lakukan untuk memperlambat kedatangannya, antara lain:
1. Berolah raga secara teratur
Olah raga selain membantu mengurangi datangnya gejala awal menopause, dapat pula meningkatkan kekuatan tulang. Mulailah dengan olah raga seperti jalan kaki, jogging, meditasi dan yoga.
2. Mengkonsumsi makanan yang kaya akan kalsium
Mengkonsumsi makanan seperti susu, keju dan kacang-kacangan dapat mengurangi kekeroposan tulang.
3. Mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin seperti buah-buahan dan sayuran.
Vitamin yang terkandung dalam buah-buahan dan sayuran dapat meningkatkan kesehatan tubuh.
4. Mengurangi konsumsi kopi, teh, minuman soda, dan alcohol.
Minuman ini banyak mengandung kafein yang dapat memperlambat penyerapan kalsium.
5. Menghindari rokok
Merokok dapat menyebabkan terjadinya menopause lebih awal dan memudahkan kita terkena osteoporosis.Berkurangnya produksi hormon esterogen pada masa menopause saat ini sudah dapat diantisipasi dengan memberikan hormon estrogen dari luar atau yang lebih dikenal dengan sebutan hormon replacement therapy.
BAB III
PENUTUP.
3.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut:
1. Menopause adalah berhentinya masa menstruasi pada wanita yang rata-rata umurnya mencapai 50 tahun dengan rentang antara 48 dan 52 tahun.
2. Penyebab Menopause adalah adanya degenerasi atau penuaan secara alamiah pada organ reproduksi wanita.
3. Gejala-gejala menopause meliputi rasa panas, sembelit, gangguan tulang, sakit kepala, bengkak, linu dan rasa nyeri.
4. Nafsu seksual tidak ada hubungannya dengan produksi hormon pada saat atau sesudah menopause.
5. Menopause tidak dapat dicegah tetapi gejala-gejala menopause dapat ditekan dengan terapi estetogen pengganti, olah raga, berhenti merokok, mengkonsumsi kalsium, vitamin tambahan dan kedelai.
3.2 Saran
Dari sedikit penjelasan diatas, kiranya penulis dapat memberikan saran sebagai berikut:
1. Sebaiknya seorang wanita yang umurnya sudah mendekati 40 tahun harus berolahraga secara teratur, mengkonsumsi kalsium dan vitamin-vitamin yang berguna bagi tubuh agar masa menopausenya tidak terlalu cepat.
2. Sebaiknya seorang waniya mempersiapkan mentalnya untuk menghadapi masa menopause.

HUBUNGAN ANTARA IBU HAMIL ANEMIA DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA 'X'

1.1 Latar Belakang
Berbagai masalah gizi di Indonesia salah satunya pada ibu hamil anemia dengan status gizi balita. Faktor-faktor yang menyebabkan asupan makanannya berkurang, kadar Hb-nya rendah, kekurangan Fe, absorbsi besi berkurang. Untuk mengatasi keadaan ini disamping memberikan suplementasi zat besi dan meningkatkan kadar hemoglobin, anemia sendiri adalah anemia yang disebabkan karena kekurangan zat besi di dalam tubuh yang mengakibatkan gangguan pada sentesa besi (Fe). Tetapi anemia kurang besi dengan pemberian tablet sulfaferons 3 x 10 mg/kg BB/hari, preparat besi parenteral, tranfusi (jika Hb kurang dari 5 gr/dl) antibiotik dan nutrisi kaya akan zat besi, bahaya pada anemia ibu hamil: BBLR, lesu, pucat dan lemah.

1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dapat ditarik rumusan masalah:
1. Apakah ada hubungannya ibu hamil anemia dengan status gizi balita?
2. Faktor-faktor apakah yang dapat mempengaruhi terjadinya ibu hamil anemia

1.3 Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Untuk meningkatkan staus gizi balita.
2. Tujuan Khusus.
a. Mengetahui status ibu hamil anemia.
b. Mengetahui hubungan antara ibu hamil anemia dengan status gizi balita.
c. Mengetahui status gizi balita.
d. Mengetahui pola makan ibu hamil anemia.

1.4 Manfaat Penelitian
1. Memberikan informasi tentang hubungan antara ibu hamil antara dengan status gizi balita di desa Teras kabupaten Boyolali.
2. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk masukan dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya anemia pada ibu hamil.

Tinjauan Pustaka
1. Kerangka Konsep
Status gizi Balita
Konsumsi Makanan
Ibu Hamil Anemia
Faktor yang Mendukung
- Kemauan
- Reword
- Motivasi
Faktor Penghambat
- Aktivitas
- Kebiasaan Makan

Kerangka Teori
Ibu Hamil Anemia
Asupan Makanan
Status gizi Balita

Hipotesis Penelitian
Ada hubungan antara ibu hamil anemia dengan status gizi balita di desa Teras kabupaten Boyolali

Jenis dan Desain Penelitian
Berdasarkan jenis penelitian analitik dengan pendekatan coos sectional.

Populasi dan Sampel
Populasi adalah semua ibu hamil anemia yang wanita subur yang tercatat sebagai warga desa Teras di kabupaten Boyolali sebanyak 100 orang.
Sampel adalah jumlah ibu hamil anemia yang diambil secara random sampling dengan jumlah sampel 50 ibu hamil

Variabel Penelitian
Variabel bebas : ibu hamil anemia
Variabel tingkat : status gizi balita

Cara Pengumpulan Data
1. Metode wawancara
2. Metode Penggunaan koesioner
3. Metode uji laboratorium

from : http://911medical.blogspot.com